Welcome to the jungle


Selamat datang di blog IMUD, komunitas para penggemar turing roda dua di Balikpapan. Bebas tanpa ikatan namun lekat dalam persaudaraan. So, let's fire up the engine. Burn the wheels. Ride with pride and respect.

It's not about what you ride. It's not about what you wear. It's not about what you do. It's about BROTHERHOOD.

If you want to GO FAST, go alone.
If you want to GO FAR, GO TOGETHER
- Robin Jones Gunn -

























Friday, 6 March 2026

Java Exploride : IMUD REUNION 2026

 


Day 1, Rabu 11 Feb 2026.  Setelah sehari sebelumnya menumpang kapal Dharma Ferry 7 dari Semayang Balikpapan tanggal 10 Februari dan tiba Tanjung Perak Surabaya sekitar magrib WIB dan disambut dengan hujan cukup deras, pagi hari sekitar jam 7.30 bro Ariskan dengan Ninja 250 oren, bro Dodo masih dengan Suzuki Inazuma dan ombro Alam rider ION juga dengan Suzuki Inazuma, memulai perjalanan menuju tikum pertama dengan bro Bayu yang riding dari Malang dengan Kawasaki Estrella yang khusus ditebus buat turing kali ini. Semalam tim menginap di Andalus hotel daerah sekitar wisata religi Sunan Ampel Surabaya. Rute hari ini Surabaya – Mojokerto – Nganjuk – Madiun – Magetan - Karangayar – Solo. Sekitar 9.30 sampai di tikum pertama di SPBU jalan raya Nganjuk. Masbro Bayu sudah sampai terlebih dahulu. Mendung di perjalanan berganti menjadi cerah dan sedikit menyengat . 

Lanjut perjalanan menuju arah Magetan dengan target rehat siang di Cemara Kandang Tawangmangu. Selepas Madiun menuju Magetan arah Tawangmangu kontur jalan mulai menanjak dan berkelok-kelok. Udara mulai berganti dingin. Makin tinggi awan makin gelap, dan benar saja di tengah perjalanan hujan turun cukup deras. Namun memasuki Kawasan Tawangmangu hujan mulai reda. Setelah berfoto sejenak di spot favorit Cemara Kandang 1800 mdpl di kaki gunung Lawu, kemudian mampir di café sekitar menyantap makan siang sate ayam dan sajian istimewa sate landak buat bro Ariskan.

Puas rehat dan menikmati pemandangan tim meluncur menuju Solo. Kebetulan ada rekan masbro Bayu yang menawarkan rumah di Colomadu untuk menginap. Memasuki kota Solo sore hari di sambut dengan hujan deras lagi. Alhamdulilah, 270 km telah dilalui.

Menunggu hujan reda di Tj.Perak













Day 2, Kamis 12 Feb pagi, Pakbro Bagus dan nyonya dengan Kawasaki W800-nya sudah nongol saja di tempat menginap. Rute hari ini adalah Solo – Boyolali – Temanggung – Wonosobo – Banjarnegara-Tegal dan finish di Cirebon dengan jarak sekitar 350 km. Start dari Solo singgah sarapan di Boyolali menyantap soto seger Hj.Fatimah yang memang segernya mantap. Rute yang berkelok kelok naik turun di pegunungan membuat mata melek menikmati pemandangan. Di Wonosobo sekitar jam 11 rehat ngopi sejenak di sebuah café kemudian lanjut melewati PLTA Mrica Banjarnegara dan berfoto sambil rehat di jembatan kali Serayu. 

Memasuki Slawi, Tegal jelang sore hari disambut hujan cukup deras. Beberapa ruas jalan digenangi air hujan. Di satu titik ada pohon tumbang menghadang jalan raya, untungnya ada alternatif melewati jalan kecil di pinggir perkampungan penduduk. Jam makan siang nampaknya sudah lewat, akhirnya menemukan tempat untuk menepi dan makan siang yang kesorean dengan menu khas Tegal sate kambing & sop buntut di RM Bu Tomo, di jalan raya Slawi, Tegal. Hari mulai gelap ketika lanjut perjalanan menuju Cirebon. Jalur pantura cukup padat dan gelap tanpa penerangan jalan cukup menantang. Kadang hanya mengandalkan lampu belakang kendaraan di depan karena pandangan terhalang hujan. Selap selip kanan kiri di antara truk truk container lumayan menguras energi sambil konsentrasi tinggi karena hujan yang tidak juga berhenti. Sekitar jam 8 malam dengan basah kuyup tiba di hotel Citradream Cirebon untuk menginap. 


@ Colomadu

Boyolali

Desa Samirono lereng merbabu






Day 3, Jumat 13 Feb pagi langit Cirebon mendung, bahkan rintik hujan turun sesekali. Tim bersiap-siap lanjut riding menuju titik kumpul di Kebun Durian Om Saleh, Subang.

Keluar hotel menuju arah Subang menyempatkan sarapan Empal Gentong H.Apud khas Cirebon. Ternyata baru buka jam 10 pagi. Oklah gapapa. Jarak tempuh ke Subang sekitar 130 km saja. Jadi bisa riding agak santai menyusuri aspal naik turun berkelok, kadang masuk perkampungan. Di tengah perjalanan matahari mulai bersinar namun udara cukup sejuk. Memasuki Subang sudah lewat tengah hari. Tibalah akhirnya di kebun durian Om Saleh. Di sana telah tiba semalam bro Dikto yang menunggang Ninja 250 hijaunya dan pakbro Eka dengan ER6 hitamnya yang suara knalpotnya menggelegar. Kemudian bergabung juga Pakbro Salahudin dengan Nmaxnya dan Pak Pram dengan motor roda 4nya. Tak lama menyusul datang pakbro Ook. 

Hidangan santap siang dari Ombro Saleh kali ini sungguh nikmat ditemani durian yang langsung dipetik dari kebun. Alhamdulillah. Nikmat Tuhan mana lagi yang kau dustakan. Udara Subang cukup sejuk menemani obrolan sepanjang sore hingga malam.





Day 4, Sabtu 14 Feb. Pagi-pagi tim sudah bersiap-siap untuk menuju Ciletuh. Tak lupa menyantap sarapan pagi yang nikmat telah disiapkan oleh Ombro Saleh. Full service bintang 5. Luar biasa. 

Ada 7 motor hari ini yang akan riding bareng menuju Ciletuh, minus ombro Saleh, Pakbro Sal dan pakbro Ook. Kali ini Pakbro Eka didaulat jadi road capten menuju Ciletuh melalui Sukabumi menempuh jarak sekitar 200km-an. Ternyata jalur cukup menantang walaupun tidak terlalu jauh. Di berapa titik terutama di jalan raya perkotaan lalu lintas cukup padat, sehingga harus cukup sabar dan extra hati-hati. Apalagi si Inazuma dengan side box yang cukup lebar harus selap selip sana sini kadang tertinggal di belakang. 

Lewat tengah hari memasuki Sukabumi, kemudian makan siang di Saung Hegar Rizky di jalan lingkar selatan Sukabumi.

Seperti biasa tiap turing selalu ada bumbu-bumbu penyedap. Masbro Ariskan yang melaju duluan di depan ternyata keterusan di pertigaan menuju arah Ciletuh. Sementara rombongan tersisa juga kelewatan sekitar 10km-an dari jalur yang sebenarnya. Setelah bertanya dengan penduduk akhirnya putar arah kembali lagi untuk kembali ke jalan yang benar. Alhamdulilah di perjalanan juga bertemu kembali dengan bro Ariskan. Memasuki kawasan Ciletuh disuguhi aspal lumayan mulus naik turun berkelok kelok dengan pemandangan yang menyejukan mata. Akhirnya menjelang senja tim tiba di ikon Ciletuh Geopark. Setelah berfoto-foto sejenak dan menikmati suasana senja, kemudian menuju penginapan Vila Tenjo Gunung untuk bermalam.




















Day 5, 15 Feb. Suasana pagi cukup sejuk di Ciletuh. Hamparan sawah dan suasana pedesaan tersaji di depan penginapan. Nampak juga di kejauhan air terjun yang indah jatuh dari perbukitan. Semalam hujan turun cukup deras. Segelas kopi hitam dan gorengan menemani pagi.

Tim berpisah di Ciletuh dengan bro Dikto dan pakbro Eka yang akan kembali ke arah Bogor dan Tangerang. Kabar baiknya, ombro Saleh akan menyusul ke Pangandaran solo riding dari Bandung dengan Kawasaki Versys 650 MS Trophynya.

Dari Ciletuh pagi ini tim beranjak ke Pangandaran menyusuri aspal jalur pantai selatan yang menawan. Kadang lurus, kadang berkelok kelok naik turun. Seperti biasa di aspal mulus sesekali Ninja Oren Ariskan mencoba memacu kecepatan motornya sampe poooll. 

Cuaca pagi ini sangat mendukung. Sepanjang jalan banyak berpapasan dengan rombongan biker menuju arah Ciletuh. Tengah hari rehat di restoran Ocean View Karangpotong, di jalan raya Sindangbarang. Perut sudah keroncongan namun pesanan belum dating juga. Kebetulan siang itu lumayan ramai pengunjungnya. Ah akhirnya setelah menunggu lama makanan datang juga. Sore hari memasuki wilayah pantai Babujung Beach di jalan raya Cipatujuh Ciherasa, Tasikmalaya untuk rehat ngopi sejenak. Akhirnya sekitar jam 8 malam kurang, tim sampai di penginapan di jl.Pantai Timur Pangandaran. Ombro Saleh ternyata sudah tiba lebih dahulu. 

Terlihat sepintas vibe kota ini seperti suasana di Kuta Bali. Penginapan terletak persis menghadap pantai. Banyak wisatawan yang berlalu lalang. Toko-toko souvenir dan rumah makan berjajar di sepanjang jalan. Malam ini dihabiskan dengan mengobrol sambil menikmati kopi di Hello Beach café yang estetik.











Day 6, 16 Feb pagi tim bersiap menuju etape selanjutnya, Pangandaran – Jogja via jalur pantai selatan.

Meninggalkan kota Pangandaran setelah berfoto sejenak di ikon kota tugu ikan Marlin. Kali ini ombro Saleh bergabung riding hingga tugu perbatasan Jawa Tengah sebelum berpisah dan langsung gas kembali ke Bandung. Sisanya 5 motor melanjutkan perjalanan menuju Jogjakarta. Makan siang sate bebek Pak Encus di jalan raya Tambak, Banyumas. Lanjut riding ditengah jalan hujan cukup deras. Dari jalan raya Gombong kemudian berbelok melalui jalan raya Puring ke arah pantai Selatan kemudian lanjut melaju di aspal jalur lintas selatan baru yang mulus dan lurus sebelum akhirnya ketemu pertigaan Jalan Deandels Kebumen hingga Kulon Progo, melewati bandara YIA. Memasuki kota Jogja jelang sore untuk menginap di hotel Pop dekat tugu Jogja. 

Malam hari ditemani Pakbro Bagus menikmati suasana malam Jogja yang masih basah karena hujan sempat turun sambil menikmati kopi di Kebun Ndalem café persis di pojok perempatan Tugu Jogja. Kemudian obrolan masih berlanjut di Loko Café di stasiun Tugu menikmati segelas kopi jahe sambal mendengarkan alunan live musik. Seperti biasa Jogja selalu ramai dengan wisatawan. 





Tugu ikan Marlin Pangandaran














Day 7, 17 Feb. Setelah sarapan gudeg lejen Yu Djum di Jl.Kaliurang, dilepas oleh Pakbro Bagus Saleh empat rider tersisa meninggalkan Jogja. 

Selepas makan siang di Ngawi, kami berpisah dengan bro Bayu yang akan menuju kembali ke Malang, sedangkan 3 rider lainnya menuju Surabaya melalui jalur Bojonegoro - Lamongan - Gresik hingga Tanjung Perak, Surabaya. Dari Tanjung Perak Bro Ariskan dan Ombro Alam serta satu motor Inazuma akan menumpang kapal KM Mandalika ke Balikpapan yang berangkat tanggal 18 Februari pagi. Sedangkan bro Dodo menggunakan pesawat udara menuju Balikpapan. 

Alhamdulillah. Berakhirlah sudah turing kali ini. Namun memori indah tak akan pernah berakhir.

Sampai bertemu lagi di jalur lainnya. Semoga ada rezeki dan kesempatan.